Senin, 12 Mei 2008

R S P D SUATU KETIKA

R S P D SUATU KETIKA


sebingkai wajah belum usai kugambar agar hangat dalam dinginmu

rinduku gugur terbang menggelandang rspd suatu ketika

menyusuri tebing-tebing curam ada gadis mampu merontokkan

menggapai-gapai awang-awang jantung-hatiku


rspd suatu ketika 8 mei 2001

ada sosok wajah lelah

melilit-lilit kulitku

mengerat-erat hatiku

hai…

seseorang yang amat diam

njinjinglah bola matahari

dari lautan luas lepas

menuju langit biru

seseorang yang amat sunyi

bakarlah rembulan malam ini

dengan bola mataharimu

SUATU SORE DI BATAS KOTA

SUATU SORE DI BATAS KOTA


siapakah dia tercenung di bawah akasia

raut kusut terurai air mata

angin sore di batas kota

menyingkap luka-luka lama

gadis, tak adakah pria yang kau cinta

selain sebongkah dendam yang kini jadi bara

sebab aku tak yakin, kau satu-satunya

gadis yang setia

sekarang usaplah air matamu

simpan dukamu

aku terlalu lemah melindungimu

paling tidak itu pendapatmu dulu

aku terlalu bodoh menjawab pertanyaan ortumu

ingat ! ? itu pendapatmu dulu

kini aku tahu

siapakah tercenung di bawah akasia

dengan raut kusut terurai air mata

berkemas dan pulanglah

terus saja ke utara jangan ganti arah

aku hendak ke selatan

bersama sahabatku yang abadi

sepi


8 mei 2001

SORE DI TBRS

SORE DI TBRS


Maaf…aku lupa

arah mana matahari tenggelam

sebab sebaris puisi membelengguku

roh para seniman gentayangan

menohok uluhatiku


wewe tbrs sore itu

ngawe-ngawe

seraya membaca mantra puitisnya

hamper saja aku kerasukan rohnya

langkahku terhuyung

mataku terbelalak

tanganku gemetaran

rinduku menggunung

lalu…leleh…


sore di tbrs

aku lupa punguti rindu-rinduku

sore di tbrs

begini sia-sia


26 agustus 2002




SEMALAM DI JEPARA

SEMALAM DI JEPARA


sesore tadi

kupunguti kembali

sisa-sisa rindu

di sepanjang jalan pemuda

sekitar masjid pengkol

alun-alun jepara


demikian kumuh tak terjamah


Kaukah yang menyeretku

ke pantai bandengan

untuk sekedar mendengar

decih ombak di lautMu


29 juli 2000

P U I S I

Tentang Perjalanan

P U I S I


amis nanah

dari luka purba

meleleh indah


ubun di kepala

mengeras pecah

muntah katakata


gila

siasia

Doa


5 Mei 200